4 Hal Tentang Perasaan khawatir

Why Worry? 



Mudah bilang, "jangan takut" atau "jangan khawatir" kalo kita ngga ngalamin sendiri situasi dan masalah yang dihadapi orang yang kita nasihatin itu. Betul? Ada benarnya sih. Hal seperti itu juga yang sering orang katakan saat dinasihatin untuk ga khawatir dan takut. Takut dan khawatir itu sebenarnya reaksi alami manusia ketika ia lagi merasa terancam.


Tapi apakah karena itu alami, apakah itu lalu jadi alasan buat kita terus khawatir dan takut? Tentu saja tidak. Nyatanya, terus takut dan khawatir itu justru sering kali makin memperparah situasi berat dan mengancam yang kita hadapi. Contoh kecil, dikejar anjing. Saat ada anjing mengejar, banyak orang lalu ketakutan dan berusaha lari. Apa yang terjadi? Anjing akan makin semangat ngejar bahkan jadi makin gemes liat betis yang seolah melambai-lambai saat kita lari, akhirnya jadilah kita digigit sama si doggy. Cara terbaik adalah kita harus tetap tenang.


Akibat Buruk Kecemasan Berlebihan


Takut itu wajar, khawatir juga normal jika beralasan. Tapi kalo berlebihan, itu gak normal bahkan bisa mengakibatkan kondisi jiwa yang ga sehat.


1. Buruk bagi jantung



Dalam jangka panjang, sering kawatir itu meningkatkan risiko serangan jantung.


2. Buruk bagi otak



Sering khawatir terbukti juga makin meningkatkan risiko terkena alzheimer en memengaruhi kapasitas ingatan.


3. Menyakiti orang sekitarmu



Selalu cemas dan khawatir akan membuat kesal orang lain dan memengaruhi hubungan mereka denganmu.


Gimana Ciri Takut Yang Ga Wajar? 


1. Mudah tersinggung, suka panik sendiri, pikirannya selalu negatif, misalnya takut malu dan takut dianggap ini itu.







2. Suka mengurung diri, ga suka bergaul.






3. Kehilangan fokus dan sulit berkonsentrasi.







4. Ga bisa santai, suka bertengkar, dan menantang.






5. Sulit tidur, suka ngeluh sakit, merasa sakit parah padahal enggak, suka gemetar, otot kaku, pusing berdebar-debar.






6. Selalu merasa akan ada hal buruk yang terjadi.






7. Ingin selalu mengendalikan orang lain.







8. Tiap rencananya selalu sangat detail sampe berlebihan.







9. Berharap terlalu besar dan banyak pada diri sendiri.







10. Menghindari hal-hal yang sifatnya rutin.







Did You Know? 


1. Cemas berlebihan paling sering dialami usia 25 tahun ke bawah



2. Cewe lebih banyak mengalami ketimbang cowo



3. Ketakutan yang paling sering adalah takut bersosialisasi








6 langkah Mengatasi S.A.D


1. Pilih dan datangi kelompok/situasi yang ga terlalu memunculkan S.A.D. yang lebih santai, bukan yang suka pamer or menuntut ini itu



2. Tetapkan tujuan yang ga terlalu muluk



3. Pelajari kemampuan dasar mengatasi rasa cemas saat bersama orang lain



4. Belajar membuka percakapan 



5. Belajar mengakhiri percakapan



6. Catat kemajuan dalam tiap situasi








Khawatir dan takut justru akan bikin kamu terdistraksi, kamu jadi ga fokus, kamu lebih meributkan hal-hal yang bukan utama, ga bisa bikin keputusan yang tepat, padahal masa depan akan sangat ditentukan oleh keputusan-keputusan kita hari ini. Khawatir juga bikin kamu ga bisa menikmati hidup saat ini dan hal-hal baik yang sebenarnya masih ada padamu sekarang. Dan pada akhirnya, terus menerus takut dan khawatir juga akan bikin dirimu ngga akan berani mengambil keputusan. Karena ga segera ambil keputusan, kamu pun ga melakukan apa-apa, karena ga melakukan apa-apa, hal-hal menakutkan yang kamu cemaskan itu pun kemudian akan benar-benar terjadi. Konyol kan? Nah, masih mau terus khawatir?







Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer